Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai

Balapan Kerbau atau Karapan kerbau II Sumbawa

Karapan kerbau atau balapan kerbau adalah tradisi turun temurun dari masyarakat atau bagian dari budaya sumbawa,Nusa Tenggara Barat.

Karapan kerbau biasa dilakukan oleh masyarakat sumbawa ketika habis panen atau ketika mau tanam,karapan kerbau ini dilakukan di sawah yang habis dibajak yang masih tergenang air bercampur lumpur sawah.

Bisa dibayangkan ketika kita main air bercampur lumpur,pastilah sangat seru dan mengesankan.Apalagi perlombaan ini memperebutkan hadiah bagi sang juara.

Adapun event ini tentulah dijadikan ajang yang luar biasa,dikarenakan pada event ini menentukan siapa yang paling hebat,hebat joki nya maupun hebat kerbau nya.

Sebelum melakukan perlombaan karapan kerbau ini,tentulah kerbau nya harus dilatih sang joki untuk beberapa waktu lamanya.Kemudian ketika akan mengikuti lomba karapan ini kerbau harus di daftarkan kemudian oleh panitia di ukur tinggi kerbau serta umur nya untuk menentukan kelas karapan.

Kerbau yang akan di ikutkan sepasang kerbau atau dua kerbau,adapun kriteria dari sang juara karapan adalah kerbau yang paling cepat menyentuh tongkat di garis finish.

Itulah sebagian kecil tradisi atau budaya bangsa indonesia khususnya budaya atau tradisi dari masyarakat sumbawa yang unik dan selalu di lestarikan keberadaannya sampai sekarang.

Karapan Ayam II Tradisi Sumbawa Barat

Ayam…dipelihara untuk dijadikan sebagai lauk pauk ataupun untuk sabung ayam atau ayam aduan,tetapi hal unik yang lain adalah ayam dijadikan untuk karapan atau balapan ayam bagi masyarakat pulau Sumbawa khususnya kabupaten sumbawa barat.

Kabupaten sumbawa barat atau disingkat KSB adalah kota kecil bagian dari pulau sumbawa bagian barat yang termasuk ke wilayah provinsi nusa tenggara barat.

Karapan ayam atau aduan ayam terdiri dari dua hal yang tak dapat dipisahkan yaitu joki dan ayam sendiri,untuk ayam karapan cara pemeliharaan nya memang beda dari ayam peliharaan biasa,ayam karapan perlu dilatih secara khusus.

Karapan ayam ini memang bagian tradisi dari masyarakat sumbawa barat yang unik yang g ada di kota lain di indonesia ini.

Adapun perlombaan karapan ayam itu harus mengikuti kriteria dari panitia lomba,yaitu ayam itu harus menyentuh tiang kayu atau tongkat kayu dan dibutuhkan waktu yang tercepat dalam artian ayam yang tercepat menyentuh tiang atau tongkat yang terpasang di garis finish oleh panitia lomba.

Perlombaan karapan ayam ini memperebutkan hadiah berupa kuda,motor atau uang bagi sang juara tergantung dari panitia lomba karapan.

Kebun binatang II Gembira Loka Zoo

Kebun binatang gembira loka adalah tempat binatang atau satwa yang di lindungi di pelihara,sebagai bagian untuk edukasi buat anak anak.

Kebun binatang ini terletak di wilayah daerah istimewa yogyakarta atau lebih familiar disebut jogja.

Untuk masuk ke kebun ini binatang ini di kenakan tarif,tarif inilah yang di pakai untuk memelihara binatang dalam artian memberi makan,membersihkan kandang serta area kebun binatang itu sendiri.

Di kebun binatang ini banyak macam binatang atau satwa nya,seperti macan,gajah,badak,buaya berbagai macam burung dan sebagai nya.

Di kebun binatang ini direkomendasikan sebagai edukasi serta sebagai tempat untuk satwa yang di lindungi.

Silahkan datang atau berkunjung untuk melihat satwa yang ada di indonesia.

Rumah adat Jawa ll rumah joglo

Tempat hunian suku Jawa atau tempat tinggal suku Jawa biasa disebut rumah joglo.rumah joglo pada umumnya terbuat dari bahan kayu jati.

Rumah joglo berbentuk bujur sangkar yang memiliki empat tiang atau pilar dalam bahasa Jawa nya Soko guru serta memiliki empat ruang, keempat ruang itu antara lain ruang tamu atau ruang tengah untuk menerima tamu dan bisa berfungsi untuk ruang keluarga,ruang dimpil atau ruang untuk menyimpan bahan makanan seperti padi atau gabah,ruang tidur atau biasa disebut serambi yaitu ruang untuk istirahat atau tidur dan dapur yaitu ruang yang berfungsi untuk masak.

Rumah joglo memang memiliki karakteristik yang unik,menarik serta gaya tersendiri.

Rumah adat bali ll Pulau dewata

Bali merupakan bagian dari pulau yang berada di Indonesia,Bali memiliki peradaban yang tinggi.

Bangunan atau rumah adat di Bali ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan rumah adat lain di Indonesia, karakteristik yang menambah eksotisme yang tinggi sehingga membuat wisatawan domestik maupun mancanegara terkagum-kagum akan keindahan bangunan ini.

Rumah adat Bali tak lepas dari agama yang dianut nya yang bercorak Hindu,karena masyarakat Bali mayoritas penganut agama Hindu.

Bangunan adat atau rumah adat suku Bali ini gaya arsitektur nya maupun karakteristik nya merupakan budaya turun temurun dari leluhur yang wajib dijaga dan dilestarikan sebagai wujud atau bagian warisan budaya Bali.

Rumah adat suku aceh

Rumah adalah tempat tinggal,biasa suku Aceh menyebutnya rumoh Aceh yaitu rumah untuk tinggal bagi suku Aceh.

Rumah Aceh terdiri dari tiga bagian dan bertype rumah panggung,yang berbahan kayu sebagai bahan untuk membuat rumah panggung ini.

Tiga bagian rumah panggung itu diantaranya pertama yaitu bagian serambi depan, serambi tengah dan terakhir serambi belakang dan ada tambahan lagi yaitu bagian dapur.

Bagian dapur ini berfungsi sebagai tempat untuk memasak serta bagian atas berfungsi sebagai tempat menyimpan benda pusaka.

Candi mendut

Candi Mendut ini terletak di daerah mungkid Magelang Jawa tengah,candi ini merupakan candi bercorak Budha,candi ini tidak jauh dari candi Borobudur kurang lebih sekitar 3 kilometer jaraknya.

Candi ini diperkirakan berdiri pada masa raja Indra dinasti dari Bangunan suci agama Budha ini memiliki banyak stupa dan arca serta relief-relief nya memiliki arsitektur yang sangat tinggi.

Candi Mendut ini sama seperti candi candi lainya di Nusantara ini yang keberadaannya merupakan tempat suci bagi penganut agama Budha di Indonesia.